Analisis Konfigurasi Sistem Kalibrasi Pyranometer di Luar Ruangan Menggunakan Metode ISO 9874:1992 di Lembang
Abstract
Pyranometer sebagai alat pengukur harus dikalibrasi secara teratur, karena keandalan alat pengukuran sangat penting. Kalibrasi pyranometer di dalam ruangan kurang efektif dalam jumlah besar, sehingga perlu diimplementasikan kalibrasi di luar ruangan yang mampu melakukan kalibrasi pyranometer dalam jumlah yang banyak. Penelitian ini melakukan kalibrasi pyranometer ke pyranometer menggunakan ISO 9847:1992 di luar ruangan dengan konfigurasi jeda 30 detik, maka didapatkan 21 data set dan 15 data seri untuk menghasilkan nilai sensitivitas, yang dilaksanakan di Lembang, Bandung dalam kondisi langit stabil menggunakan 1 pyranometer standar dan 4 pyranometer UUT. Sensitivitas hasil penelitian dibandingkan dengan hasil kalibrasi di dalam ruangan yang menjadi referensi karena telah terakreditasi oleh KAN dengan persamaan percentage difference. Hasil penelitian di Lembang menunjukan bahwa persentase MBD yang tertinggi 3.1% terendah 1,17%. Perbedaan hasil kalibrasi diluar ruangan terhadap referensi yang cukup kecil pada kedua tempat ujicoba pada akhirnya dapat disimpulkan sebagai rujukan pembuatan kegiatan kalibrasi pyranometer di luar ruangan. Dan juga memberikan antusias bagi peneliti untuk melanjutkan pengembangan sistem kalibrasi luar ruangan, yang belum dikembangkan secara maksimal di Indonesia, khususnya di Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika. Kata kunci: kalibrasi, pyranometer, ISO 9847
Published
2024-09-30
Section
Artikel