Aktivitas Antioksidan, Toksisitas, Kandungan Senyawa Fenol dan Flavonoid Total dari Daun Leilem (Clerodendrum minahassae Teijsm. & Binn)

  • Tiah Rachmatiah ISTN
  • Juliana Jean Daud Fakultas Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional
  • Nina Artanti Pusat Penelitian Kimia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
Keywords: antioksidan, Clerodendrum, fenol, flavonoid, toksisitas

Abstract

Clerodendrum minahassae (Lamiaceae) merupakan tumbuhan yang berasal dari Sulawesi Utara dan dikenal dengan nama leilem. Pada umumnya genus Clerodendrum mengandung senyawa antioksidan seperti senyawa-senyawa fenol dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antioksidan dan toksisitas serta kandungan senyawa fenol dan flavonoid total dari daun leilem. Ekstrak daun leilem dibuat secara maserasi dalam metanol yang selanjutnya difraksinasi dengan n-heksana dan etil asetat. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode penangkapan radikal bebas DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dan toksistas diuji terhadap larva Artemia salina dengan metode BSLT (Brain Shrimp Lethality Test). Kandungan fenol dan flavonoid dilakukan dengan metode kolorimetri. Hasil penelitian memperlihatkan ekstrak metanol dan fraksi etil asetat daun leilem memiliki aktivitas antioksidan lemah dengan nilai IC50 300,57 µg/ml dan 189,62 μg/ml, sementara itu toksisitas terhadap larva udang Artemia salina diperlihatkan oleh ekstrak metanol dan fraksi etil asetat daun leilem dengan nilai LC50 berturut turut 190,58 μg/ml dan 147,36 μg/ml. Penentuan kadar fenol total dan flavonoid total dilakukan pada fraksi etil asetat dengan menggunakan standar asam galat untuk fenol total dan kuersetin untuk flavonoid total. Hasil penentuan menunjukkan bahwa fraksi etil asetat daun leilem mengandung fenol total 164,38 mg/g ekstrak dan flavonoid total 270,8 mg/g ekstrak.
Published
2022-02-24