Implementasi Single Sign-On Berbasis Active Directory Sebagai Basis Data dan Layanan Direktori

  • Salman Farizy Dosen STMIK Eresha/Pranata Indonesia

Abstract

Sudah banyak kejadian serangan keamanan sistem informasi baik itu dari dalam organisasi kita sendiri ataupun dari luar organisasi, terjadi karena perubahan teknologi yang begitu pesat dan cepatnya, internet yang begitu meluas dan terbuka membuat banyak kasus yang terjadi saat ini, serangan para hacker di ‘trigger’ atau dipicu karena masih banyaknya perusahaan belum 100% menyadari betapa sangat pentingnya keamanan sistem informasi yang harus diterapkan dan dijalankan atau kemungkinan lain akan terjadi pihak IT department seperti Infrastruktur, administrator jaringan, database, system engineer, technical support dan lain sebagainya agak kurang memperhatikan betapa sangat pentingnya keamanan sistem informasi yang dikelola di organisasi tersebut. sehingga membuat celah para ‘hacker’ untuk menyerang sistem dan akhirnya akan merugikan baik dari sisi operasional maupun finansial.Salah satu alternatif pemecahan masalah atau satu solusi yang ditawarkan yaitu dengan menggunakan SSO (Single Sign On) dalam sebuah lingkungan jaringan, dimana menyimpan credential yang terdapat pada server pusat atau dalam sebuah direktori selain itu juga sistem ini juga harus memiliki suatu kemampuan replikasi pada penyimpanan credential dan punya metode dari penyimpanan tersebut melalui ‘cache’.Dengan melakukan log in dan memasukan password, user cukup sekali saja melakukan proses autentikasi untuk mendapatkan “ Access rights” atau hak akses terhadap semua layanan yang terdapat di dalam lingkup jaringan dan lingkup Active Directory (AD).
Published
2018-02-01
Section
Artikel