ANALISA SISTEM KOORDINASI KERJA RELAY DENGAN RECLOSER PADA PENYULANG BERBASIS SIMULASI ETAP

  • Agus Sofwan Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta 12640
  • M Fathur Rochman Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta 12640
Keywords: Arus hubung singkat, Koordinasi, PMT, Recloser, SSO

Abstract

Untuk mengurangi dampak gangguan diperlukan sistem proteksi. Gangguan yang terjadi berupa gangguan hubung singkat antar fasa, tiga fasa, dua fasa, dan satu fasa ke tanah. Sistem proteksi berkoordinasi dengan PMT, Recloser serta SSO untuk meminimalisir daerah padam. Recloser dapat mendeteksi arus gangguan sesaat atau tetap, dan memerintahkan PMT untuk membuka dan menutup kembali. Pada riset ini akan membahas Penyulang Srikandi di ULP Cibitung. Adapun hasil setting time yang diperoleh untuk penyulang srikandi pada arus hubung singkat 3 fasa PMT penyulang srikandi = 0,37 dan recloser penyulang srikandi = 0,173. Pada arus hubung singkat 1 fasa PMT penyulang srikandi = 0,43 dan recloser penyulang srikandi = 0,19. terdapat dua kemungkinan posisi gangguan : Jika gangguan sesudah SSO, maka recloser yang bekerja terlebih dahulu. Karena SSO hanya akan bekerja apabila hilangnya tegangan dan merasakan gangguan. Saat recloser open, maka SSO merasakan adanya tegangan yang hilang, kemudian SSO akan open. Saat SSO open, maka recloser akan menutup kembali. Karena gangguan telah dilepas oleh SSO. Sehingga saat recloser menutup kembali, recloser tidak mendeteksi adanya arus gangguan. Dengan begitu, jaringan PMT masih dapat teraliri listrik. Jika gangguan sesudah recloser, maka yang akan bekerja adalah recloser dan SSO tidak bekerja. Dengan demikian, perbandingan perhitungan manual dan simulasi yang didapat dengan rata-rata gangguan 3 fasa nilainya 5,23, gangguan 2 fasa nilainya 4,59, gangguan 1 fasa nilainya 2,31. Kata kunci: Arus hubung singkat, Koordinasi, PMT, Recloser, SSO
Published
2023-12-02