Potensi Interaksi Obat Anti Tuberkulosis di Instalasi Rawat Inap RSUD X Jakarta Periode 2016

The Potential Of Anti Tuberculosis Drugs Interaction in X Hospital Jakarta

  • Putu Rika Veryanti Fakultas Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional
  • Ni Putu Kristina Dewi Fakultas Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional
  • Dian Pertiwi Fakultas Farmasi, Institut Sains dan Teknologi Nasional
Keywords: anti tuberkulosis, potensi interaksi obat, RSUD X Jakarata

Abstract

Penggunaan bersamaan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dengan obat penyakit penyerta, dapat menimbulkan potensi interaksi obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui demografi pasien yang menderita tuberkulosis berdasarkan jenis kelamin dan usia, mengetahui pola penggunaan obat anti TB dan obat penyakit penyerta TB, ada atau tidaknya interaksi OAT dengan obat penyakit penyerta pada pasien rawat inap di X Jakarta. Analisis dilakuakan terhadap 185 sampel rekam medik dengan metode deskriptif yang menggunakan Drug Interaction Facts dan Stockley’s Drug Interaction. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pasien berjenis kelamin laki-laki yang paling banyak 112 (60,5%), usia 46-55 tahun merupakan pasien terbanyak 70 (37,8%), serta penyakit penyerta terbanyak yaitu diabetes melitus 69 (20,9%). Kombinasi obat anti TB terbanyak yang digunakan yaitu kombinasi obat rifampisin, isoniazid, ethambutol, dan pirazinamid 97 pasien (52,4 %). Sedangkan obat penyakit penyerta yang paling banyak digunakan yaitu omeprazole 76 (5,8%). Pasien rawat inap yang mengalami interaksi obat 183 pasien (98,9%). Mekanisme interaksi farmakokinetik terjadi 696 kejadian (52,3%), interaksi farmakodinamik 1 kejadian (0,1%) dan uknown 638 kejadian (47,6%). Serta pasien yang mengalami interaksi tingkat mayor 209 kejadian (15,7%), tingkat moderate 831 (62,2%) dan tingkat minor 222 (16,7%).
Published
2019-09-02
How to Cite
Veryanti, P., Dewi, N. P., & Pertiwi, D. (2019). Potensi Interaksi Obat Anti Tuberkulosis di Instalasi Rawat Inap RSUD X Jakarta Periode 2016. Sainstech Farma: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 12(1), 23-31. https://doi.org/https://doi.org/10.37277/sfj.v12i1.413