ANALISIS STRUKTUR APARTEMEN TOWER A DI PALEMBANG BERDASARKAN SNI 1726-2019

  • Wawan Kuswaya

Abstrak

Indonesia merupakan negara kepulauan yang rawan akan terjadinya gempa, merupakan salah satu dasar utama perencanaan struktur tahan terhadap gaya akibat gempa. Struktur diharapkan mampu memberikan kapasitas tertentu agar tetap bertahan pada saat terjadi gempa. SNI 1726-2019 merupakan standar peraturan dalam bidang kegempaan struktur, dalam SNI 1726-2019 memberikan pedoman dalam pemilihan sistem dan tata cara merencanakan Struktur gedung tahan gempa dengan menggunakan Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK). SRPMK digunakan dalam penganalisaan Struktur Apartemen Palembang 14 lantai yang meliputi : balok dan kolom. Untuk analisa statikanya menggunakan Software ETABS 2017. Analisa struktur apartemen tower A di Palembang bertujuan untuk memeriksa keandalan struktur eksisting. Pembangunan apartemen Palembang terhenti pada tahun 2010 dan akan dilanjutkan kembali dengan pemanfaatan bangunan eksisting. Berdasarkan hasil perhitungan, struktur gedung terdapat ketidakberaturan torsi dan tidak memenuhi simpangan ijin antar lantai. Pada elemen struktur plat lantai, kolom dan balok anak membutuhkan pembesaran dimensi dan tulangan yang digunakan. Balok anak 25 x 30 diperbesar menjadi 25 x 40, Balok induk yang digunakan menjadi 30x50, Kolom pada lantai dasar - 8 dianjurkan menggunakan 40x90 dengan elevasi antar lantai 6m dan pada lantai 9 - 14 menggunakan 40x70 dengan elevasi antar lantai 3,4m. Apabila bangunan eksisting ingin dilanjutkan maka diperlukan penguatan dan peninjauan lebih lanjut.
Diterbitkan
2023-02-11