https://ejournal.istn.ac.id/index.php/TRAVE/issue/feedTRAVE2025-08-22T09:07:38+07:00ADMINADMIN@ISTN.AC.IDOpen Journal Systems<blockquote> <p>Architectural Journal of TRAVE Institut Sains dan Teknologi Nasional Jakarta is a national journal which provide articles from research base.</p> <p>The first publication of TRAVE is in 2007 and it has been published in every 6 months.</p> <p>Architectural Journal of TRAVE presents articles based on architectural research . Published articles cover all subjects as follow: architectural behaviour, space and place, traditional architecture, digital architecture, urban planning and urban design, building technology and building science.</p> </blockquote>https://ejournal.istn.ac.id/index.php/TRAVE/article/view/2401PENERAPAN DESAIN RUMAH SAKIT TIPE B DENGAN MENGGUNAKAN KONSEP BIOKLIMATIK (Studi Kasus: Desain RS. Islam Faisal, Makasar)2025-08-22T07:56:10+07:00Muflihul Imanmuflihuliman@istn.ac.idRudi Purwonopurwono123@istn.ac.idAhmad Mum’tazAhmadmtz.463@gmail.com<p>Penelitian ini membahas penerapan desain rumah sakit tipe B dengan menggunakan konsep bioklimatik, mengambil studi kasus pada Rumah Sakit Islam Faisal di Makassar. Fokus utama dari penelitian adalah mengevaluasi sejauh mana desain rumah sakit ini telah mengimplementasikan prinsip-prinsip bioklimatik guna mendukung kenyamanan pasien dan efisiensi energi. Penelitian menunjukkan bahwa elemen desain seperti orientasi bangunan, sistem ventilasi alami, pemanfaatan pencahayaan alami, serta hubungannya dengan lanskap berkontribusi positif terhadap kenyamanan fisik pasien, yang mencakup kenyamanan ruang, kenyamanan visual, kenayamanan pendengaran, dan kenyamanan suhu. Dengan memenuhi 5 dari 8 aspek arsitektur bioklimatik yang diusulkan oleh Ken Yeang, penelitian ini merekomendasikan penambahan elemen vegetasi dan shading untuk meningkatkan efektivitas desain. Penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran tentang efektivitas penerapan desain bioklimatik, namun juga menawarkan insights bagi pengembangan rumah sakit yang lebih sesuai dengan kondisi iklim setempat dan kebutuhan pengguna.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: konsep bioklimatik, kenyamanan fisik, Desain rumah sakit tipe B, Rumah Sakit Islam Faisal.</p>2025-08-18T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.istn.ac.id/index.php/TRAVE/article/view/2402PENILAIAN KRITERIA GREEN BUILDING “TEPAT GUNA LAHAN” PADA BANGUNAN GEDUNG UNIVERSITAS MPU TANTULAR BERDASARKAN INDIKASI GREEN BUILDING COUNCIL INDONESIA2025-08-22T08:09:12+07:00Hendrawan Hadiyathhadiyat@gmail.comRarawindha Saryrarawindhasary@gmail.com<p>Pemanasan dunia terus terjadi dikarenakan kegiatan serta kebutuhan manusia yang terus bertambah. Hal tadi tentu saja akan berdampak bagi manusia karena pemanasan global akan sangat merugikan. Pemanasan dunia yang dibahas kali ini disebabkan oleh kegiatan pembangunan. Tentunya permasalahan ini sangat mengkhawatirkan karena pembangunan di Indonesia sedang marak dilakukan. dengan itu, dibutuhkan pengetahuan dan pemahaman bagi pelaku kontruksi. Solusi yang disarankan untuk mengatasi persoalan tersebut artinya menggunakan mengembangkan konsep <em>Green Building</em>. Konsep <em>Green Building</em> adalah konsep yang diterapkan karena dapat mengurangi efek dari pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Gedung Kampus Universitas MPU Tantular (UMT) sesuai dengan kategori tepat guna lahan pada GREENSHIP. Berdasarkan data yg terkumpul dan perhitungan yg sudah dilakukan di gedung UMT terhadap 41 kriteria Greenship, dimana gedung kampus UMT memperoleh total poin sebanyak 12 poin dari 117 poin maksimal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa gedung kampus Universitas MPU Tantular belum memenuhi kriteria menjadi bangunan <em>Green Building</em> berdasarkan <em>Greenship</em> GBCI (<em>Green Building Council Indonesia</em>). </p> <p><strong>Kata Kunci :</strong> Bangunan Hijau, Greenship-GBCI, Gedung Kampus Universitas MPU Tantular (UMT).</p>2025-08-22T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.istn.ac.id/index.php/TRAVE/article/view/2403PERANCANGAN INTERIOR COFFEE SHOP DI KUNINGAN JAWA BARAT DENGAN PENDEKATAN NEURO ARSITEKTUR2025-08-22T08:25:15+07:00Aryani Widyakusumaaryaniwidyakusuma@borobudur.ac.idNana Taryanantaryana72@gmail.comDandy Veri Vernandadandhy.very19@gmail.com<p><em>Kebutuhan psikis sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sehingga perancangan interior dapat berperan penting dalam menciptakan lingkungan yang meminimalisir kejenuhan, membantu meningkatkan produktivitas sehingga sebuah ruang dapat lebih optimal dalam menjalankan fungsinya. </em><em>Persepsi dan kenyamanan pengunjung di tempat komersial seperti coffee shop sangat dipengaruhi oleh desain interior. Pendekatan neuro architecture menggabungkan neurosains dengan interior untuk menciptakan lingkungan yang mencegah terjadinya stres, jenuh, dan memperbaiki mood seseorang. Pendekatan ini mengacu pada implikasi neurosains dalam interior berdasarkan prinsip planning and navigation yang memberikan alur yang mudah dan efektif, enriched interior spaces yang mengatur pencahayaan dan variasi interior yang menstimulasi aktivitas dan relaksasi, dan natural features menambah unsur alamiah dalam ruang. Objek pada perancangan ini adalah Coffee Shop di Kuningan Jawa Barat. Metode perancangan yang digunakan adalah pragmatisme dalam merumuskan kriteria desain sebagai dasaran konsep perancangan. Observasi langsung, dokumentasi visual, dan wawancara semi-terstruktur dengan pengguna ruang akan digunakan sebagai metode penelitian kualitatif deskriptif. Faktor visual seperti warna, pencahayaan, material, dan tata letak ruang dipelajari terkait dengan reaksi afektif pengunjung. Dengan menggunakan pendekatan neuroestetika, penelitian ini mengeksplorasi reaksi visual dan emosional pelanggan terhadap elemen-elemen di dalam coffee shop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi warna netral, pencahayaan alami, dan material dengan tekstur alami dapat menciptakan suasana yang tenang dan nyaman. Tata letak ruang yang fleksibel dan terbuka mendorong interaksi sosial dan menciptakan suasana ruang yang ramah. Hasil desain memperlihatkan penerapan neuro architecture pada elemen lantai, dinding, plafon melalui terjemahan rumusan kriteria desain antara pengalaman pengguna dengan unsur desain interior yang terdiri dari garis, bidang, bentuk, ruang, pencahayaan, warna, pola, dan tekstur. Tematik ruang akan membantu menuntun pada penentuan prinsip dan pengalaman pengguna pada pendekatan neuro architecture ke dalam ruang. Penerapan pendekatan pada lima ruang yang dirancang kembali terlihat melalui penempatan furnitur yang mendukung suasana fokus dan kreatif, penggunaan variasi warna komplementer, penggunaan furnitur lengkung untuk kenyamanan, penambahan fitur alam melalui furnitur, warna, aksesoris ruang dan adanya penambahan elemen akustik dan pembagian area guna memberi privasi dan kenyamanan pada pengguna. </em></p> <p><em> </em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong><strong><em>: Arsitektur, interior, coffee shop, neuro architecture, neurosains</em></strong></p> <p><strong> </strong></p>2025-08-22T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.istn.ac.id/index.php/TRAVE/article/view/2404PERANCANGAN LINGKUNGAN BINAAN DI KAWASAN PESISIR, TAMBAK HARJO, KOTA SEMARANG2025-08-22T08:32:39+07:00Nova Puspita Anggraininova@istn.ac.idPrabowo SuwiknyoPrrapp.on@gmail.comMuhammad Ghofurmuhammadghofur@gmail.com<p>Kawasan pesisir merupakan kawasan transisi antara daratan dan lautan, kawasan ini meliputi garis pantai hingga batas laut teritorial. Kawasan pesisir Tambak Harjo, Di kota Semarang menjadi salah satu kawasan pesisir yang ada dipulau Jawa. Tujuan dari perancangan ini adalah menciptakan strategi untuk menghadapi tantangan lingkungan dimana tidak adanya perhatian pada kawasan pesisir ini, sehingga terbengkalai dan tidak termanfaatkan dengan baik. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan observasi lapangan. Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi acuan dalam memperbaiki beberapa aspek seperti infrastruktur, restorasi ekosistem mangrove dan pengembangan ruang publik lainnya.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Pesisir, Ekosistem,lingkungan</p>2025-08-22T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.istn.ac.id/index.php/TRAVE/article/view/2405ANALISA KAWASAN KOTATUA JAKARTA DALAM ASPEK AKSESIBILITAS KAWASAN (STUDI KASUS: KAWASAN PASAR IKAN - TAMAN FATAHILLAH KOTATUA JAKARTA)2025-08-22T08:35:30+07:00Pizza Agradianapizza.agradiana@matanauniversity.ac.id<p>Kawasan Kota tua Jakarta dikenal sebagai destinasi wisata sejarah di Jakarta. Ironinya, kawasan dengan luas <u>+</u>334ha ini hanya dikenal oleh wisatawan dengan keberadaan Museum Fatahillah dan sekitarnya saja. Adanya anggapan “belum wisata ke kotatua kalau tidak mengunjungi Fatahillah”, telah menjadi acuan kalau Fatahillah adalah Kota tua. Padahal dalam kawasan yang terdiri dari 5 zona pengembangan tersebut, juga terdapat tempat menarik lainnya sebagai daya tarik wisata. Salah satunya kawasan Pasar Ikan yang berada dalam zona Sunda Kelapa. Namun struktur jalan dan sirkulasi yang berliku antar kedua kawasan ini membuat kawasan Pasar Ikan ini tidak terintegerasi dan kurang diminati oleh wisatawan Kota tua. Untuk itu dalam tulisan ini, akan membahas bahwa peran faktor aksesibilitas sangatlah berpengaruh dalam mewujudkan keterhubungan/linkage antar zona kawasan (kawasan Pasar Ikan dengan Taman Fatahillah).</p> <p><em> </em></p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Aksesibilitas, Linkage, Kawasan Pasar Ikan, Kota tua Jakarta</p>2025-08-22T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.istn.ac.id/index.php/TRAVE/article/view/2406PERANCANGAN RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DENGAN PENDEKATAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT DI JAKARTA TIMUR2025-08-22T08:43:26+07:00Penanga Octavianewspenanga.octavianews@gmail.comSiti Wardiningsihsitiwardiningsih@mputantular.ac.idRentina Dwiindah Puspariniflourentina@gmail.com<p>Angka kematian bayi di Jakarta termasuk tinggi dan angka kematian ibu sepanjang tahun 2022 tercatat sebanyak 99 kasus dan angka tertinggi kematian ibu berada pada wilayah Jakarta Timur yaitu sebanyak 32 kasus. Berdasarkan profil Dinas Kesehatan Kota Jakarta, sebanyak 509 kasus kematian neonatal. Jumlah ini meningkat sangat signifikan dibanding tahun 2021 yaitu sebanyak 265 kasus kematian. Tidak meratanya fasilitas kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu indikator dari permasalahan ini. Tujuan dari perancangan ini adalah merancang bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak sebagai fasilitas kesehatan di Jakarta Timur yang menerapkan prinsip-prinsip arsitektur <em>Healing Environment</em> pada perancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Jakarta. Pengamatan atau observasi pada lokasi eksisting dan melakukan studi banding pada Rumah Sakit Ibu dan Anak, dilengkapi dengan data yang berasal dari sumber literatur lain yang relevan. Hasil akhir dari perancangan ini adalah bangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak dengan konsep <em>Healing Environment</em>. Konsep alam di terapkan pada desain taman sebagai tempat pemulihan, pengunaan warna yang menenangkan pada bangunan rumah sakit sebagai penerapan dari konsep indera, dan sirkulasi yang luas, nyaman memudahkan aksesbilitas pengguna bangunan sebagai penerapan konsep psikologis.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : <em>Healing Environment</em>, Psikologis, Rumah Sakit Ibu Anak.</p> <p><strong><em> </em></strong></p>2025-08-22T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.istn.ac.id/index.php/TRAVE/article/view/2407GAYA ARSITEKTUR MASJID ISTIQLAL SEBAGAI SIMBOL MODERNITAS DAN IDENTITAS NASIONAL2025-08-22T08:52:36+07:00Pujianto Pujiantoantopji88@gmail.comMartha Hererabrillianmarthaherera3@gmail.comMuhamad Lukmanlukmanajalukman22@gmail.com<p>Masjid Istiqlal di Jakarta bukan sekadar bangunan tempat ibadah. Ia adalah simbol kuat kemerdekaan Indonesia dan identitas nasional yang dirancang dengan gaya modern yang megah. Arsiteknya, Friedrich Silaban, membawa semangat baru melalui pendekatan desain yang fungsional, monumental, namun tetap sarat makna. Penelitian ini bertujuan menelusuri bagaimana elemen arsitektural masjid merepresentasikan semangat kebangsaan dan keberagaman. Dengan metode kualitatif-deskriptif melalui studi literatur dan analisis visual, ditemukan bahwa Masjid Istiqlal memadukan prinsip modernisme global dengan simbolisme lokal yang kaya akan makna. Tidak hanya menjadi tempat ibadah, Istiqlal juga berfungsi sebagai ruang publik yang menyatukan identitas keislaman dan nasionalisme Indonesia.</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> Masjid Istiqlal, modernisme, identitas nasional, arsitektur religius, simbolisme</p>2025-08-22T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.istn.ac.id/index.php/TRAVE/article/view/2408PENGEMBANGAN KAWASAN PESISIR PELABUHAN RATU BERBASIS MITIGASI BENCANA DAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN2025-08-22T09:02:53+07:00Maulina Dian Pmaulina@istn.ac.idJohan Gunawangunawanjohan931@gmail.com<p>Pelabuhan Ratu merupakan kawasan pesisir di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang memiliki potensi besar di bidang kelautan, pariwisata, dan budaya lokal. Namun demikian, kawasan ini juga memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam, seperti banjir bandang, gempa bumi, dan potensi tsunami akibat subduksi lempeng di Samudera Hindia. Permukiman padat dan pembangunan yang melanggar garis sempadan pantai (GSL) menambah risiko bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan pendekatan arsitektur dan perencanaan kawasan pesisir yang berbasis mitigasi bencana dan prinsip pembangunan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif melalui observasi lapangan, analisa spasial, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan perlunya pembagian zonasi yang jelas, penguatan infrastruktur seperti breakwater tipe rubble mound, jalur evakuasi menuju zona aman, serta pengembangan sabuk hijau dengan vegetasi khas pantai. Penelitian ini juga mengacu pada studi implementatif dari wilayah pesisir lain seperti Karawang dan Indramayu yang telah menerapkan pengelolaan terpadu berbasis masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa arsitektur pesisir tidak hanya harus tangguh terhadap bencana, tetapi juga mampu mendukung kualitas hidup dan aktivitas ekonomi lokal secara berkelanjutan.</p> <p>Kata kunci: arsitektur pesisir, mitigasi bencana, zonasi, Pelabuhan Ratu, desain berkelanjutan</p>2025-08-22T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##https://ejournal.istn.ac.id/index.php/TRAVE/article/view/2409KAJIAN PENERAPAN GREEN BUILDING PADA DESAIN EKA HOSPITAL MTH2025-08-22T09:07:38+07:00Moh Farand Albar Ariadiedo.farand@gmail.comIma Rachima Nazirmanazir@istn.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan prinsip <em>green building</em> pada desain Eka Hospital MTH dengan menggunakan metode penilaian berbasis <em>rating</em>. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya kebutuhan penerapan konsep ramah lingkungan dalam sektor kesehatan, khususnya rumah sakit, yang memiliki konsumsi energi dan sumber daya cukup tinggi. Analisis dilakukan melalui pengumpulan data sekunder berupa dokumen desain, spesifikasi teknis, serta studi literatur, yang kemudian dibandingkan dengan standar penilaian <em>green building</em>. Penilaian meliputi aspek efisiensi energi, konservasi air, kualitas udara dalam ruang, pengelolaan limbah, penggunaan material ramah lingkungan, dan pengendalian tapak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain Eka Hospital MTH secara keseluruhan telah memenuhi sebagian besar kriteria <em>green building</em>, terutama dalam efisiensi penggunaan energi, optimalisasi pencahayaan alami, sistem ventilasi yang memadai, dan pemanfaatan ruang terbuka hijau. Beberapa aspek seperti manajemen limbah padat medis dan pemanfaatan air hujan juga telah diterapkan sesuai standar. Berdasarkan skor penilaian <em>rating</em>, Eka Hospital MTH dapat dikategorikan telah memenuhi prinsip <em>green building</em>. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan rumah sakit berkelanjutan di Indonesia, serta mendorong penerapan desain ramah lingkungan dalam fasilitas kesehatan lainnya.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Green Building, Rumah Sakit, Efisiensi energi</p>2025-08-22T00:00:00+07:00##submission.copyrightStatement##